Showing posts with label Juara LKG 2014. Show all posts
Showing posts with label Juara LKG 2014. Show all posts

Profil Juara : Belajar Fisika Mudah dengan Simple Projectile Launcher

Muhammad, S.Pd.
Juara I Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional Kategori SMA Sains


Sudah hampir delapan tahun Muhammad, S.Pd. menjadi guru. Saat ini, lulusan S-1 dari Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI) Bandung ini mengajar di SMAN 1 Banjarsari, Lebak, Banten, Jawa Barat. Ia pernah meraih juara I Olimpiade Sains Nasional Guru di tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2011 lalu. Dan kini, pria kelahiran Rangkasbitung, 01 November 1982 ini berhasil mencetak prestasi yang lebih gemilang, yakni menjadi Juara I Lomba Kreativitas Guru Nasional Kategori SMA Sains. Karya tulis yang menjadikannya jawara berjudul A Simple  Projectile Launcher Membantu Siswa Menemukan Hubungan Besaran-Besaran Fisika Pada Gerak Parabola.
Latar belakang Muhammad membuat penelitian tersebut adalah ketika ia menyadari bahwa pembelajaran Fisika khususnya pada materi Analisis Vektor pada Gerak khusus dengan sub materi Gerak Parabola sangat sulit dipahami oleh siswa. “Kesulitan ini terjadi diakibatkan minat dan motivasi belajar siswa sangat kurang karena metode pembelajarannya tanpa melalui percobaan. Di sekolah tidak ada alat percobaan khusus untuk gerak parabola. Maka itu, saya mencoba untuk merancang dan membuat alat percobaan itu,” jelasnya.

Alat percobaan yang dibuat oleh Muhammad adalah simple projectile launcher, atau dalam bahasa Indonesia adalah sebuah alat pelontar peluru sederhana. Kesederhanaan alat percobaan ini terlihat dari bahan dan cara pembuatannya yang sangat mudah didapat dan dilakukan. Alat percobaan ini mampu menghasilkan data-data berupa besaran fisika yang berkaitan dengan gerak parabola diantaranya besar kecepatan awal lontaran, besar sudut elevasi lontaran, waktu tempuh benda dan jarak jangkauan. Akan tetapi, belum mampu menghasilkan data tentang ketinggian maksimal lontaran. Dengan menggunakan alat percobaan ini, mayoritas siswa ikut terlibat mengikuti proses pembelajaran. Selain itu juga membantu siswa menemukan hubungan besaran-besaran fisika pada gerak parabola.
Dengan alat yang dirancangnya, ternyata Muhammad melihat hasil yang cukup baik. “Hasil isian angket siswa pada pernyataan ke-9 sampai 15 dengan persentase rata-rata untuk pernyataan positif (YA) sebesar 94,27% dan pernyataan negatif (TIDAK) sebesar 5,73% dan berkategori  BAIK,” katanya. Sedangkan persentase rata-rata untuk temuan pernyataan hubungan antara besaran kecepatan awal dengan waktu tempuh sebesar 58,73%, pernyataan hubungan antara besaran sudut elevasi dan jarak jangkauan sebesar 77,78%, pernyataan hubungan antara besaran waktu tempuh dengan jarak jangkauan sebesar 11,11%, dan pernyataan bahwa besar jarak jangkauan hasil pengukuran mendekati dengan besar jarak jangkauan hasil perhitungan sebesar 15,87%. ***

Ditulis tahun : 2014
Diterbitkan di Majalah Dikdas (Kemendikbud)

Profil Juara : Kreatif melalui Cerpen dan Iklan

Evi Sulistyaningsih, M.Pd., Juara I  LKG SMA Nonsains Tingkat Nasional 2014


Evi Sulistyaningsih, M.Pd tak pernah menyangka akan berhasil menyabet gelar Juara I di Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional 2014. Baginya, dapat tersaring masuk hingga tingkat Nasional saja sudah merupakan berkah tersendiri. Ketika diumumkan bahwa dirinya meraih Juara I Lomba Kreativitas Guru Nasional Kategori SMA Nonsains, guru SMAN 4 Berau, Kalimantan Timur ini merasa amat bersyukur dan bahagia.
Di tingkat Nasional, Evi harus bersaing dengan guru-guru lainnya yang juga telah memiliki persiapan matang untuk menghadapi lomba. Kendati demikian, Evi tetap optimis dan tak gentar. Ia merasa telah mantap dengan karya penelitian yang dibawakannya, yakni tentang Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Bermitra dengan Mizan Self Publishing dan Sanggam TV untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas XII SMAN 4 Berau. Penelitian ini merupakan Best Practice yang telah ia ujicoba dan laksanakan di tempatnya mengajar, Kelas XII SMAN 4 Berau pada tahun ajaran 2013/2014.
Awal mula Evi terbersit menemukan ide untuk penelitian tersebut adalah saat ia mengajar di kelas XII, ia harus menghadapi tantangan, yakni menyelesaikan seluruh KD di kelas XII. Padahal, di saat yang sama, siswa-siswi kelas XII terbentur dengan berbagai persiapan menjelang Ujian Nasional (UN). “Kegiatan tersebut secara otomatis menyita waktu yang seharusnya untuk kegiatan pembelajaran. Untuk itu, saya harus mempunyai solusi untuk menyikapi hal tersebut. Salah satu solusi yang dapat saya lakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang efektif,” katanya. Oleh karena itu, Evi pun mencoba menggunakan sistem pembelajaran berbasis proyek (Project based learning), yang hampir serupa dengan konsep Kurikulum 2013. “Hal ini bertujuan agar pembelajaran di kelas XII menjadi lebih efektif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan di tengah-tengah kesibukan siswa-siswi kelas XII menghadapi ujian nasional,” ujarnya.
Menurut Evi, Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Proses inquiry dalam Pembelajaran Berbasis proyek dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
Dalam pembelajaran berbasis proyek di kelas XII terdapat dua KD atau dua proyek yang harus diselesaikan siswa selama satu semester yaitu semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Dua proyek tersebut adalah menulis cerpen dan mengkonversi paragraf persuasi menjadi iklan layanan masyarakat. Dalam proyek menulis cerpen, guru bekerjasama dengan Mizan Self Publishing untuk menerbitkan karya cerpen siswa-siswi. Sedangkan untuk proyek iklan layanan masyarakat, guru bekerjasama dengan Sanggam TV yaitu TV lokal yang berada di Kabupaten Berau untuk menayangkan karya siswa-siswi SMAN 4 Berau.

Beberapa pihak terkait memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap keberadaan produk atau hasil proyek ini. Iklan layanan masyarakat dapat digunakan sebagai media penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, menaati peraturan lalu lintas, menjaga kebersihan, menjauhi pergaulan bebas dan narkoba, dan sebagainya. Sedangkan buku cerpen yang telah diterbitkan telah menghasilkan royalty yang dapat membantu kegiatan-kegiatan sekolah.
“Untuk itu perlu adanya tindak lanjut oleh guru maupun pihak sekolah untuk dapat menerapkan pembelajaran berbasis proyek ini di mata pelajaran lain sehingga mampu mejadi wadah kreativitas siswa,” kata Evi. ***

Ditulis tahun : 2014